Studi Kasus: UI TikTok vs Instagram, Mana yang Lebih Ramah User?

Azura Team2025-10-10

Azura Labs, Semarang – Kamu pasti sadar deh, kalau buka TikTok dan Instagram sekarang rasanya beda banget dibanding beberapa tahun lalu. Dua aplikasi ini terus berevolusi — tampilannya makin sleek, fiturnya makin kompleks, dan masing-masing punya gaya khas yang bikin penggunanya betah. Tapi, di antara keduanya… mana sih yang lebih ramah user di tahun 2025?

Yuk, kita bahas dari kacamata desain dan pengalaman pengguna!

🚀 Tren Terbaru di 2025

Sebelum membandingkan, kita perlu lihat dulu perkembangan dua raksasa media sosial ini di tahun 2025.

🔹 TikTok

TikTok makin matang secara UI. Sekarang mereka udah punya:

  • Video AI generator langsung di dalam aplikasi, jadi creator bisa bikin konten dari teks atau prompt singkat.
  • Alt-text otomatis dan pengaturan kontras untuk bantu pengguna dengan keterbatasan penglihatan.
  • UI Live baru yang lebih simpel, terutama buat pengguna iOS.
  • Framework internal bernama Lynx, yang bikin performa UI lebih ringan dan konsisten lintas platform.

Secara desain, TikTok tetap mempertahankan kesederhanaannya: satu layar utama, satu gesture — scroll terus, konten nggak habis-habis.

🔹 Instagram

Instagram juga nggak mau kalah. Di 2025, mereka banyak ubahan besar:

  • Grid profil berubah jadi tampilan vertikal (rectangle) supaya cocok sama konten video.
  • Tombol DM pindah ke bawah biar lebih gampang dijangkau jempol.
  • UI baru yang “Reels-first”, artinya halaman utama langsung menampilkan Reels.
  • Ada fitur Profile Card animatif, semacam kartu identitas digital yang bisa dibagikan.
  • Dan satu hal keren: postingan publik mulai diindeks di Google, jadi bisa muncul di hasil pencarian (ini langkah besar buat SEO sosial!).

👀 Perbandingan Secara Pengalaman Pengguna

Kalau dari segi tampilan dan flow penggunaan, keduanya punya keunggulan masing-masing.

🟣 TikTok: Fokus, Cepat, dan Minim Gangguan

TikTok punya satu misi: bikin kamu terus nonton.

UI-nya simpel banget — begitu buka aplikasi, langsung disambut video. Tidak perlu klik menu rumit, tidak banyak tombol. Ini bikin pengalaman terasa cepat dan intuitif, apalagi buat pengguna baru.

Selain itu, TikTok juga unggul dalam konsistensi visual. Elemen UI-nya jarang berubah drastis, ikon-ikon familiar, dan transisi nya mulus. Mereka bahkan udah mulai menerapkan pengaturan aksesibilitas yang lebih baik, kayak kontras tinggi dan alt-text otomatis.

Minusnya? Kadang pengguna susah nemuin konten dari teman sendiri karena sistemnya terlalu berfokus ke algoritma rekomendasi.

🟠 Instagram: Serbaguna tapi Mulai Kompleks

Instagram masih jadi aplikasi paling “lengkap” buat berbagai gaya konten — foto, Reels, live, sampai notes di DM.

Tapi justru di situ tantangannya. UI-nya makin rame, dan beberapa pengguna merasa harus adaptasi tiap kali ada update besar. Misalnya, perubahan grid dan posisi tombol DM bikin banyak orang butuh waktu buat menyesuaikan.

Meski begitu, langkah Instagram untuk meningkatkan ergonomi dan SEO patut diacungi jempol. Tombol di bawah lebih mudah dijangkau, dan tampilan feed vertikal terasa modern serta cocok buat video konten panjang.

Secara aksesibilitas, mereka juga mulai lebih serius — dari pengaturan teks kontras, caption otomatis, sampai fitur pembatas komentar toxic.

⚖️ Jadi, Mana yang Lebih Ramah User?

Kalau bicara soal kemudahan penggunaan dan fokus pada konten, TikTok masih sedikit unggul di 2025.

UI-nya nggak banyak basa-basi, langsung kasih kamu yang kamu mau — konten menarik dalam satu scroll. Cocok buat pengguna muda yang pengen konsumsi cepat dan visual yang engaging.

Tapi kalau kamu lebih suka kustomisasi, kontrol, dan pengalaman sosial, Instagram tetap pilihan solid.

Desain barunya lebih ramah jempol, dan fitur Reels-first bikin transisi dari foto ke video terasa alami. Meski kadang terasa “overwhelming”, kamu punya lebih banyak opsi untuk berekspresi dan mengatur profil.


Secara UX, TikTok menang di kesederhanaan dan kecepatan, sedangkan Instagram unggul di fleksibilitas dan kedalaman fitur.

TikTok ibarat jalan tol lurus — cepat dan jelas tujuannya. Sementara Instagram seperti kota besar: ramai, penuh opsi, dan kamu bisa eksplor lebih banyak.

Pada akhirnya, “ramah user” itu tergantung gaya pengguna.

Kalau kamu penggemar efisiensi dan instant content, TikTok juaranya. Tapi kalau kamu tipe kreator yang pengen tampil stylish dan punya kendali penuh atas brand pribadi, Instagram masih jadi arena terbaik.


See More Posts

background

Bagaimana UX Writing Membentuk Identitas Brand Digital

background

Tren Logo 2026 : Apakah Minimalis Masih Jadi Raja?

background

Inclusive Design : Bagaimana Membuat UI/UX yang Ramah Semua Gender

Show more