UI untuk Super App: Tantangan Desain di Era Grab, Gojek, dan Shopee

Azura Team2025-11-21

Super App Tahun 2025: Semakin “Serba Ada”, Tapi Semakin Ribet

Super app di tahun 2025 sudah bukan sekadar aplikasi banyak fitur. Grab, Gojek, dan Shopee sekarang jadi ekosistem digital lengkap—mulai dari mobilitas, pembayaran, investasi mikro, live commerce, sampai layanan AI assistant yang tertanam langsung di aplikasi.

Masalahnya: makin banyak fitur = makin besar tantangan desain UI.

Gampangnya, super app itu ibarat satu mall yang diisi 200 toko… tapi semuanya harus tetap gampang dicari dan nggak bikin pusing.

Tantangan Utama Desain UI Super App di 2025

1. Overcrowded Interface

Di tahun 2025, hampir semua super app berlomba masukin fitur baru. Alhasil, homepage bisa kayak dashboard pesawat tempur: penuh ikon, kartu promo, banner, CTA berjejer.

Desainer UI harus mikirin:

  • Mana fitur yang paling relevan buat tiap user?
  • Elemen mana yang harus “disembunyikan” atau ditampilkan berdasar konteks?
  • Gimana semua ini tampil rapi tanpa berasa penuh?

2. Navigasi yang Harus Tetap Simple

Navigasi super app itu tricky. Kalau satu aplikasi cuma punya 5 menu, gampang. Tapi kalau fiturnya 60+, navigasi jadi tantangan utama.

Tren 2025:

  • Bottom navigation dinamis → berubah sesuai use-case.
  • Contextual shortcut → muncul berdasarkan perilaku user (riwayat pesanan, jam pakai, lokasi).
  • Micro-search sebagai navigasi → pengguna nyari fitur kayak nyari produk di e-commerce.

3. Personalisasi: Harus Pintar, Jangan Mengganggu

Grab dan Gojek 2025 mulai pakai AI buat personalisasi UI: urutan layanan berubah, rekomendasi berdasarkan lokasi & kebiasaan, bahkan warna atau kartu promo bisa menyesuaikan segmen.

Tantangannya:

  • Jangan sampai personalisasi terasa “seram”.
  • UI harus tetap konsisten walau konten dinamis.
  • Mesin rekomendasi harus transparan dan gampang dipahami.

Contoh:

Shopee menampilkan navigasi game, live shop, dan deals berbeda untuk pengguna yang sering ikut flash sale.

4. Microinteraction untuk Mengurangi Beban Kognitif

Super app butuh microinteraction yang solid, karena fitur banyak = risiko pengguna bingung juga banyak.

Yang biasanya dipakai:

  • Highlight CTA yang subtle tapi efektif
  • Loading animation yang informatif (misal: “menemukan driver terdekat…”)
  • Progressive disclosure (informasi muncul bertahap biar nggak overload)

Microinteraction ini bikin pengalaman lebih manusiawi dan nggak “robotik”.

5. Integrasi Layanan Finansial: Harus Aman tapi Tetap Cair

Di 2025, semua super app Indonesia sudah punya layanan:

  • dompet digital,
  • paylater,
  • asuransi mikro,
  • bahkan instrumen investasi kecil (e-money grow, reksadana ringan, dsb.).

UI fintech dalam super app harus balance antara:

  • keamanan (2FA, biometrik, anti phishing),
  • kenyamanan (UX berlapis yang nggak memakan waktu),
  • transparansi biaya yang jelas.

6. Desain untuk Kecepatan—Karena Jaringan Nggak Selalu Stabil

User di Indonesia banyak yang pakai jaringan 4G atau WiFi “up to speed”, jadi UI harus:

  • ringan,
  • cepat,
  • bisa menampilkan skeleton screen,
  • cache cerdas (biar halaman penting tetap kebuka dalam kondisi lambat).

UI bagus tapi berat = gagal total.

Tren UI Super App 2025 yang Lagi Naik

✔ Mode Ringkas (Compact Mode)

Digunakan di Shopee & Grab supaya halaman utama terlihat lebih bersih.

✔ Adaptive Card Layout

Stack kartu berubah ukuran sesuai kebiasaan user.

✔ Voice UI & Mini AI Assistant

Misal: “Pesan Gojek ke kantor” atau “Bayarin tagihan listrik”.

✔ Gamifikasi yang Lebih Dewasa

Bukan cuma koin atau spin, tapi reward berlapis yang relevan dengan perilaku (misal: cashback otomatis untuk tipe perjalanan tertentu).

Strategi Desain UI untuk Super App: Biar Nggak Berantakan

  1. Prioritaskan fitur paling sering dipakai (80/20 rule).
  2. Gunakan navigasi bertingkat yang jelas (primary, secondary, contextual).
  3. Integrasikan AI sebagai assistant, bukan penguasa.
  4. Terapkan microcopy yang fun tapi tetap profesional.
  5. Uji desain ke segmen pengguna berbeda (student, worker, parents).
  6. Jaga konsistensi visual walau konten dinamis.
  7. Optimasi performa sejak awal, bukan di akhir.

Merancang UI untuk super app di tahun 2025 bukan cuma soal bikin tampilan cantik. Ini soal bagaimana mengatur puluhan fitur dalam satu ekosistem tanpa bikin user frustasi. Grab, Gojek, dan Shopee sudah jadi bukti bahwa super app makin kompleks, dan desainer UI harus adaptif, data-driven, dan tetap fokus ke pengalaman pengguna.

Super app adalah masa depan — tapi UI-nya harus tetap manusiawi.


Cover source: dribbble.com/shots/22625296-Grab-Super-App-Web3-Wallet-Redesign


See More Posts

background

Membangun User Experience yang Lebih Interaktif dengan Conversational UI di Tahun 2025

background

Desain Minimalis dalam UI/UX: Simplicity yang Meningkatkan Pengalaman User

background

Aksesibilitas dalam UI/UX: Bagaimana Mendesain untuk Semua Pengguna

Show more