Azura Team • 2025-11-17
Azura Labs - Banyak developer di Indonesia merasa gajinya stagnan meski skill terus naik. Sudah ikut kursus, sertifikasi bertambah, tanggung jawab semakin besar tapi angka di slip gaji tetap sama. Kalau biasanya orang menyarankan loncat kerja untuk mendapatkan kenaikan signifikan, sebenarnya ada cara lain yang sering dilupakan: negosiasi internal.
Negosiasi internal adalah proses mengatur ekspektasi, menyelaraskan value diri, dan melakukan komunikasi terstruktur dengan perusahaan untuk mendapatkan kompensasi yang lebih baik tanpa harus resign. Sayangnya, banyak developer tidak tahu bagaimana melakukannya. Tidak ada pelajaran formal tentang ini, dan budaya kerja di Indonesia kadang membuat karyawan sungkan untuk membicarakan gaji. Maka dari itu, artikel ini membahas teknik negosiasi internal yang jarang dibahas, namun efektif.
Sebelum masuk ke strategi, penting memahami penyebabnya :
Banyak developer bekerja keras, tetapi tidak mencatat kontribusinya. Tanpa bukti, sulit untuk membangun argumen yang kuat.
Manajer sering hanya melihat permukaan. Jika kamu menyelesaikan 2x lebih banyak task dibanding rekan lain tapi tidak pernah menyampaikan insight tersebut, kontribusimu bisa dianggap “biasa saja”.
Negosiasi saat kondisi perusahaan sedang turun atau saat manajer sibuk hanya akan berakhir dengan penundaan.
Beberapa perusahaan punya siklus evaluasi tahunan yang ketat. Jika kamu tidak menyesuaikan gerakanmu dengan timeline internal, permintaanmu sering mentok.
Jika perusahaan tidak tahu kamu ingin naik level atau menginginkan kompensasi yang lebih, mereka tidak akan memprioritaskanmu. Kabar baiknya: semua penyebab di atas bisa diatasi.
Berikut strategi internal negotiation yang jarang dibahas di publik, namun sangat efektif untuk developer level junior–senior.
Ini salah satu strategi paling powerful, tapi hampir tidak ada yang melakukannya.
Apa itu?
Dokumen (Notion/Google Doc) berisi hal-hal yang kamu selesaikan setiap minggu :
Saat negosiasi gaji, dokumen ini menjadi “senjata data”.
Kenapa efektif?
Manajer tidak mengingat semua kerjaanmu.
Kalau kamu bisa menunjukkan perkembangan konsisten 6–12 bulan, peluangmu naik gaji meningkat drastis.
Jangan bilang :
“Gaji di perusahaan lain lebih tinggi dari sini.”
Itu bisa memicu defensif.
Cara yang benar :
“Saya melakukan riset gaji pasar untuk role dan level saya, dan menemukannya berada di rentang X–Y. Saat ini gaji saya berada di bawah rentang tersebut. Apakah memungkinkan untuk menyelaraskan compensations saya dengan standar industri?”
Nada seperti ini menunjukkan profesionalisme, bukan ancaman.
Gunakan sumber data seperti :
Jarang yang melakukan ini, tetapi sangat ampuh.
Buat dokumen 1 halaman berisi :
Ini membuatmu terlihat sebagai profesional, bukan seseorang yang “menuntut”.
Jangan pernah negosiasi :
Waktu terbaik :
Banyak developer tidak pernah mengatakan mereka ingin naik level. Akibatnya, manajer mengira mereka nyaman di posisi yang sama.
Cobalah kalimat ini :
“Dalam 12 bulan ke depan, saya ingin mempersiapkan diri untuk naik menjadi Middle/Senior Developer. Bisa dibantu untuk memahami kriteria yang diperlukan di perusahaan kita?”
Ini membuat manajer jadi “co-owner” progresmu.
Bukan :
“Ada feedback buat saya?”
Tetapi :
“Dalam project X, area mana yang menurut Anda paling berdampak dan mana yang bisa saya tingkatkan untuk leveling up?”
Feedback spesifik = growth roadmap.
Developer yang hanya “mengerjakan task” jarang naik cepat. Developer yang terlihat punya inisiatif akan lebih diprioritaskan.
Contoh :
Masing-masing berdampak pada tim dan jadi bahan negosiasi internal.
Contoh kalimat yang jarang digunakan tetapi powerful :
“Kalau saya bisa mencapai target A, B, dan C dalam 3–6 bulan, apakah perusahaan dapat memberikan penyesuaian kompensasi dalam kisaran X–Y?”
Dengan ini, kamu :
✔ tidak memaksa
✔ memposisikan diri sebagai partner
✔ memberikan ruang bagi manajer untuk mempertimbangkan
Manajer akan lebih mudah bilang “yes” karena kamu mengusulkan penilaian berbasis target, bukan permintaan langsung.
Negosiasi internal bukan 1 pertemuan. Ini rangkaian dialog 3–6 bulan.
Hal-hal yang harus kamu lakukan :
Jika kamu muncul tiba-tiba dengan permintaan naik gaji 20%, peluangnya kecil.
Kadang budget gaji terbatas, tetapi kamu bisa meminta hal lain, seperti :
Banyak developer lupa bahwa kompensasi bukan hanya gaji.
Ada tanda-tanda bahwa negosiasi internal tidak akan berhasil :
❌ perusahaan tidak punya struktur karier
❌ setiap permintaanmu dijawab “nanti ya” selama 1 tahun
❌ kamu sudah overwork tapi dianggap kurang
❌ tidak ada peningkatan tanggung jawab atau gaji setelah kontribusi signifikan
❌ environment tidak menghargai developer
Jika 2–3 tanda muncul, mungkin sudah saatnya move on.
Gaji developer mandek bukan akhir dunia. Kamu tidak harus “loncat kerja” untuk mendapatkan peningkatan. Banyak strategi internal yang bisa dilakukan—mulai dari membangun achievement log, membuat proposal kontribusi, memilih momentum tepat, sampai menggunakan teknik komunikasi yang lebih strategis. Negosiasi internal bukan tentang menuntut, tetapi tentang menyelaraskan value diri dengan kebutuhan perusahaan. Dengan pendekatan terstruktur dan data yang kuat, kamu punya peluang besar untuk mendapatkan kenaikan gaji di tempat yang sama—tanpa drama resign-resign-an.
Baca Juga :
PT. INSAN MEMBANGUN BANGSA
Jl. Lumbungsari V no 3 Kel. Kalicari, Kec. Pedurungan, Kota Semarang, Kode Pos 50198