Azura Team • 2025-11-13
Azura Labs - Industri teknologi kini menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Mulai dari perusahaan rintisan (startup), perusahaan multinasional, hingga lembaga pemerintah semuanya berlomba-lomba merekrut talenta digital untuk memenuhi kebutuhan transformasi teknologi. Menariknya, di tahun 2025, peluang untuk masuk ke dunia teknologi tidak lagi hanya terbuka bagi mereka yang lulusan Teknik Informatika, Sistem Informasi, atau Ilmu Komputer.
Faktanya, semakin banyak perusahaan yang menyadari bahwa talenta terbaik justru datang dari latar belakang yang beragam: komunikasi, desain, kebidanan, hukum, pariwisata, hingga psikologi. Dengan keterampilan yang tepat, siapa pun bisa masuk dan berkembang di industri ini.
Artikel ini akan membahas alasan kenapa background IT bukan lagi syarat utama, peran-peran tech yang cocok untuk non-IT, strategi masuk industri tech di 2025, hingga kesalahan umum yang perlu dihindari.
Perusahaan kini lebih fokus pada skill praktis dan bukti kemampuan, bukan ijazah. Bootcamp, project portfolio, dan pengalaman internship sering kali jauh lebih dihargai daripada gelar formal.
Tidak semua pekerjaan teknologi membutuhkan kemampuan coding. Bahkan, lebih dari 40% peran di tim teknologi bersifat non-technical atau hybrid, seperti copywriting, UI/UX, customer success, project management, atau QA manual testing.
Karena permintaan tinggi, perusahaan membuka kesempatan lebih lebar kepada kandidat non-IT untuk mengisi posisi yang dapat dilatih (trainable roles). Artinya, selama kamu mau belajar, perusahaan siap memfasilitasi.
Kini tersedia ratusan sumber belajar gratis atau murah: YouTube, Coursera, Dicoding, Udemy, RevoU, bahkan pembelajaran gratis dari vendor seperti Google, Meta, atau Microsoft.
Fokus pada desain pengalaman pengguna.
Cocok untuk lulusan desain, psikologi, komunikasi, atau siapa pun yang punya sense of empathy & visual.
Mengatur strategi produk, prioritas fitur, dan koordinasi lintas tim.
Cocok untuk orang yang kuat dalam komunikasi, analitis, dan problem-solving.
Jembatan antara bisnis dan tim tech.
Cocok untuk kamu yang suka menganalisis data, membuat flow, dan memahami kebutuhan user.
Mendampingi pelanggan menggunakan produk dengan efektif.
Cocok untuk kamu yang suka interaksi dan pemecahan masalah.
Menguji aplikasi untuk memastikan kualitasnya.
Masuk kategori “entry-level tech” yang paling ramah pemula.
Mengembangkan strategi pemasaran berbasis teknologi.
Cocok untuk siapa pun yang memiliki kreativitas dan data-driven mindset.
Dengan tools seperti Google Sheets, Looker Studio, atau SQL dasar, pemula non-IT kini bisa masuk ke peran ini setelah pelatihan singkat.
Pertama, jangan buru-buru ikut bootcamp. Tentukan dulu peran yang paling “match” denganmu.
Gunakan pertanyaan berikut :
Untuk masuk industri teknologi, kamu tidak perlu langsung menguasai 10 tools sekaligus. Mulai dari minimum skill untuk tiap peran.
Contoh :
Tujuannya : mampu melakukan pekerjaan level paling dasar, tidak perlu sempurna dulu.
Ini adalah “kunci emas” untuk kandidat non-IT.
Contoh portofolio :
Portofolio : bukti bahwa kamu bisa bekerja, bukan sekadar teori.
Ikut bootcamp bukan wajib, tapi sangat membantu terutama untuk :
Banyak bootcamp Indonesia menyediakan jalur untuk pemula, misalnya RevoU, Skilvul,
Algoritma, BuildWith Angga, Hacktiv8, dan lainnya.
Di 2025, HR dan recruiter sangat mengandalkan LinkedIn.
Optimalkan profilmu dengan :
Personal branding membuatmu lebih mudah terlihat oleh recruiter.
Banyak organisasi, komunitas, atau UMKM membutuhkan bantuan digital. Kamu bisa :
Pengalaman volunteer sering kali cukup untuk masuk kerja full-time pertama.
Cari posisi dengan kriteria :
Startup kecil–menengah biasanya lebih menerima pemula, sedangkan korporasi punya program training khusus.
Hasilnya bingung, burn-out, dan tidak punya skill yang solid.
Lebih baik fokus pada satu role.
Tanpa portofolio, peluang interview akan turun 70%.
Kenyataannya, job description perusahaan jarang mengharuskan kandidat memenuhi 100% kualifikasi.
Peluang kerja terbesar justru datang dari koneksi, bukan lowongan publik.
Industri teknologi 2025 memberikan peluang besar bagi siapa pun, termasuk yang tidak memiliki background IT. Perusahaan kini lebih fokus pada skill, portofolio, dan kemampuan belajar cepat daripada ijazah formal. Selama kamu mau terus belajar, membangun portofolio, dan mengasah skill praktis, kamu bisa mendapat karier menjanjikan di dunia teknologi.
Ingat : semua orang bisa masuk tech, yang membedakan hanyalah usaha dan konsistensinya.
Baca Juga :
PT. INSAN MEMBANGUN BANGSA
Jl. Lumbungsari V no 3 Kel. Kalicari, Kec. Pedurungan, Kota Semarang, Kode Pos 50198