Tech Winter Masih Terasa, Hiring Teknologi Informasi India Ikut Melambat

Azura Team2026-01-08

Azura Labs - Kalau kamu ngikutin perkembangan industri teknologi global dalam beberapa tahun terakhir, istilah tech winter pasti sudah nggak asing lagi. Setelah era “emas” teknologi di masa pandemi di mana startup berlomba-lomba merekrut talenta dan gaji melonjak tinggi kondisinya kini terasa jauh berbeda. Dan di awal 2026 ini, India sebagai salah satu pusat industri TI terbesar dunia ikut merasakan dampaknya.

Pasar kerja teknologi di India menunjukkan tanda-tanda perlambatan yang cukup signifikan. Lowongan kerja TI menurun, proses rekrutmen makin selektif, dan banyak profesional teknologi harus mulai memikirkan ulang strategi karier mereka. Jadi, apa sebenarnya yang terjadi?

Hiring TI India Lagi Ngerem

Berdasarkan berbagai laporan industri, jumlah lowongan kerja teknologi di India pada awal 2026 mengalami penurunan sekitar 24% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini cukup besar, mengingat India selama ini dikenal sebagai “mesin talenta” global di bidang software development, IT services, data, dan engineering.

Yang menarik, penurunan ini bukan cuma terjadi di satu segmen saja. Justru posisi mid-level hingga senior yang paling terdampak. Sementara itu, lowongan entry-level memang masih ada dan bahkan sedikit meningkat dibanding bulan sebelumnya, tapi tetap jauh dari masa booming beberapa tahun lalu.

Singkatnya :

Pekerjaan seputar Teknologi Informasi masih ada, tapi jumlahnya lebih sedikit dan persaingannya jauh lebih ketat.

Ketergantungan pada Pasar Global Jadi Faktor Besar

Salah satu alasan utama kenapa hiring TI di India ikut melambat adalah ketergantungan besar pada klien luar negeri, terutama dari Amerika Serikat dan Eropa. Banyak perusahaan IT India baik raksasa seperti TCS, Infosys, Wipro, maupun perusahaan mid-size mengandalkan proyek dari klien global.

Masalahnya, di 2025 hingga awal 2026 :

  • Perusahaan global lagi lebih hati-hati mengeluarkan budget
  • Banyak proyek digital:
    • Ditunda
    • Diperkecil skalanya
    • Atau bahkan dibatalkan
  • Fokus bisnis bergeser dari growth ke efficiency

Akibatnya, perusahaan IT di India ikut menahan laju perekrutan. Bukan karena kekurangan pekerjaan sama sekali, tapi karena permintaan baru belum cukup kuat untuk mendorong ekspansi tim besar-besaran.

Dari Mass Hiring ke Strategic Hiring

Kalau kita tarik ke belakang, sekitar 2020–2022 adalah masa mass hiring. Perusahaan TI merekrut ribuan fresh graduate, membuka banyak posisi generalist, dan fokus pada scaling cepat.

Sekarang? Polanya berubah total.

Di era pasca-tech winter :

❌ Mass hiring mulai ditinggalkan

✅ Perusahaan beralih ke strategic & skill-based hiring

✅ Rekrutmen lebih fokus ke kebutuhan proyek yang spesifik

Daripada merekrut banyak orang dengan skill umum, perusahaan lebih memilih sedikit talenta tapi punya keahlian niche dan siap pakai. Ini bikin proses rekrutmen :

  • Lebih lama
  • Lebih ketat
  • Lebih “ribet” dari sisi teknis

Skill Niche Masih Dicari, Tapi Jumlahnya Terbatas

Walaupun hiring melambat, bukan berarti semua peran TI sepi peminat. Ada beberapa skill yang masih tergolong high demand, meskipun jumlah posisinya tidak banyak.

Beberapa skill yang masih sering dicari :

  • AI & Machine Learning Engineer
  • Data Engineer (bukan sekadar data analyst)
  • Cloud Engineer & Cloud Architect
  • DevOps & Site Reliability Engineer
  • Cybersecurity (terutama cloud & infrastructure security)

Masalahnya, standar masuk ke role-role ini makin tinggi. Banyak kandidat yang secara pengalaman kerja cukup lama, tapi belum punya spesialisasi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

Alhasil, muncul kondisi yang agak paradoks :

Perusahaan bilang sulit cari talenta, sementara pencari kerja bilang sulit dapat kerja.

Automasi & AI Ikut Mengubah Peta Kebutuhan

Perlambatan hiring juga nggak bisa dilepaskan dari pesatnya adopsi automasi dan AI. Banyak pekerjaan TI yang dulunya butuh banyak orang, sekarang bisa dikerjakan dengan tim lebih kecil berkat tools berbasis AI.

Beberapa peran yang mulai terdampak :

  • Manual QA
  • Support engineer level dasar
  • Entry-level developer tanpa spesialisasi
  • Pekerjaan administratif teknis

Dengan adanya AI coding assistant, automated testing, hingga low-code platform, produktivitas engineer meningkat. Dampaknya, perusahaan tidak lagi butuh banyak headcount baru seperti dulu.

Fokus ke Efisiensi, Bukan Headcount

Di tengah ketidakpastian global, perusahaan TI di India kini lebih fokus ke :

  • Optimalisasi tim yang sudah ada
  • Mengurangi bench (karyawan tanpa proyek)
  • Meningkatkan utilization rate

Artinya, selama tim internal masih bisa menangani workload, perekrutan baru akan ditunda. Ini

jadi salah satu alasan kenapa hiring terasa “dingin”, meskipun industri TI sendiri masih berjalan.

Apa Artinya Buat Talenta Teknologi?

Buat para profesional IT nggak cuma di India tapi juga global, situasi ini jadi pengingat penting bahwa :

  • Dunia tech terus berubah
  • Skill lama bisa cepat usang
  • Spesialisasi jadi nilai jual utama

Tech winter bukan berarti akhir dari karier teknologi, tapi fase adaptasi. Mereka yang mau belajar skill baru, memperdalam kompetensi, dan terbuka dengan perubahan justru punya peluang lebih besar untuk bertahan dan berkembang.

Perlambatan hiring TI di India menunjukkan bahwa industri teknologi sedang masuk fase yang lebih dewasa. Nggak lagi soal seberapa cepat tumbuh, tapi seberapa efisien dan relevan dengan kebutuhan bisnis.

Dan kabar baiknya, kesempatan di dunia teknologi tetap terbuka, termasuk untuk talenta muda yang ingin mulai berkarier dari sekarang.

🚀 Open Recruitment Internship dari Azura Labs

Ngomongin soal kesempatan, Azura Labs dalam waktu dekat ini akan membuka Open Recruitment Internship Fullstack Engineer 🔥

Program ini cocok buat kamu yang ingin :

  • Mengasah skill real-world development
  • Terlibat langsung di proyek nyata
  • Belajar dari tim profesional di software house

📌 Info detail dan pengumuman resminya bisa kamu pantau langsung di Instagram : @azuralabs.id

Siapkan CV dan skill terbaikmu, karena peluang selalu datang buat mereka yang siap 😉

Baca Juga :


See More Posts

background

Tips Membuat CV untuk Posisi Assistant

background

Kunci Sukses Berkarir di Era Digital yang Cepat Berubah

background

How AI Overcomes Bias in Recruitment

Show more