Azura Team • 2026-01-13
Azura Labs - Setiap awal tahun, dunia teknologi selalu punya satu agenda wajib: CES (Consumer Electronics Show). Pameran teknologi terbesar di dunia ini kembali digelar di Las Vegas pada CES 2026, dan seperti yang bisa ditebak, acaranya penuh dengan inovasi yang bikin kita mikir, “Oh, ke depan hidup bakal kayak gini ya.”
Kalau CES beberapa tahun lalu masih banyak fokus ke gadget “keren tapi gimmick”, di CES 2026 arahnya makin jelas: AI di mana-mana, robot makin dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan perangkat masa depan yang mulai terasa realistis, bukan sekadar konsep.
Yuk kita bahas satu per satu, apa saja hal menarik yang jadi sorotan utama di CES 2026.
Kalau ada satu kata yang paling sering muncul di CES 2026, jawabannya jelas, AI.
Hampir semua brand besar maupun kecil membawa narasi yang sama: AI bukan lagi fitur tambahan, tapi fondasi utama produk. Mulai dari chip, software, sampai perangkat rumah tangga, semuanya “dipersenjatai” AI.
Beberapa tren AI yang paling terasa di CES 2026 :
Laptop dan smartphone kini tidak hanya mengandalkan cloud. Banyak produsen memamerkan perangkat dengan AI processing langsung di device, lebih cepat dan lebih aman.
Bukan cuma menjawab perintah, tapi benar-benar memahami kebiasaan, jadwal, dan kebutuhan pengguna.
Dari auto-coding, video editing, desain, sampai analisis data, AI makin menyatu dengan workflow harian.
Singkatnya, AI di CES 2026 terasa lebih “berguna” dan kurang “pamer”.
AI secanggih apa pun nggak akan jalan tanpa hardware yang mumpuni. Makanya, sektor chip dan prosesor AI jadi salah satu highlight utama.
Di CES 2026, produsen chip besar fokus ke :
Laptop “AI-ready” jadi tren baru. Banyak vendor memamerkan laptop yang bukan cuma cepat, tapi juga dirancang khusus untuk :
Ini menandakan satu hal: AI bakal jadi standar baru perangkat komputasi, bukan fitur premium.
Kalau dulu robot di CES sering terasa seperti mainan mahal, di CES 2026 kesannya berbeda. Robot yang dipamerkan terasa lebih :
Beberapa kategori robot yang mencuri perhatian :
Bukan cuma vacuum cleaner, tapi robot asisten yang bisa bantu tugas ringan, monitoring rumah, sampai interaksi sederhana dengan penghuni.
Ditujukan untuk lansia, anak-anak, atau sekadar teman interaksi. Fokusnya bukan cuma fungsi, tapi juga emotional engagement.
Masih belum untuk konsumsi massal, tapi kemajuannya makin terasa—terutama dari sisi keseimbangan, gesture, dan integrasi AI percakapan.
Robot di CES 2026 bukan lagi “lihat aku bisa jalan”, tapi “lihat aku bisa bantu”.
Smart home bukan hal baru, tapi di CES 2026 konsepnya naik kelas. Fokus utamanya bukan nambah device, tapi integrasi dan kecerdasan sistem.
Tren smart home yang mencolok :
Rumah bisa “belajar” kebiasaan penghuni: kapan lampu dinyalakan, suhu favorit, hingga rutinitas harian.
Brand mulai serius bikin device yang bisa ngobrol lintas ekosistem, nggak ribet setup.
Banyak solusi AI lokal tanpa harus kirim data ke cloud terus-menerus.
Smart home di CES 2026 terasa lebih dewasa dan tidak ribet seperti dulu.
Augmented Reality (AR) dan wearable sempat lama “di janji-janji”. Tapi di CES 2026, teknologinya mulai kelihatan siap dipakai.
Yang menarik :
Wearable juga makin pintar :
Belum sepenuhnya mainstream, tapi arahnya sudah jelas.
CES memang bukan pameran otomotif, tapi teknologi mobil selalu jadi daya tarik. Di CES 2026 :
Mobil makin diposisikan sebagai perangkat pintar berjalan, bukan sekadar alat transportasi.
Kalau dirangkum, CES 2026 menunjukkan bahwa industri teknologi sedang bergerak ke arah :
Bukan lagi soal siapa paling canggih, tapi siapa paling relevan.
CES 2026 bukan sekadar pamer teknologi baru, tapi gambaran jelas ke mana arah dunia digital bergerak. AI, robot, dan perangkat masa depan bukan lagi konsep jauh, tapi sesuatu yang perlahan masuk ke rutinitas kita.
Dan satu hal yang pasti :
masa depan teknologi terasa makin dekat dan makin manusiawi.
Baca Juga :
PT. INSAN MEMBANGUN BANGSA
Jl. Lumbungsari V no 3 Kel. Kalicari, Kec. Pedurungan, Kota Semarang, Kode Pos 50198