Azura Labs - Hai tech enthusiast! Di era dimana aplikasi mesti cepat kayak jet dan fleksibel kayak akrobat, pilih antara GraphQL atau REST API itu kayak milih pasangan, cocoknya tergantung karakter proyekmu. Data dari Postman 2024 nyebut 65% perusahaan pake hybrid (campur GraphQL & REST), tapi 35% masih setia salah satu. Nah, biar kamu nggak galau, yuk kita bedah mana yang lebih oke buat kebutuhanmu!
1. REST API 2025
Apa Itu? REST itu konsep API fixed menu, client dapat data sesuai yang disiapin server.
Kelebihan 2025 :
- Simpel & Familiar : Masih jadi pilihan utama buat proyek kecil atau tim yang nggak mau ribet.
- HTTP/3 Support : Lebih cepat & hemat bandwidth berkat protokol terbaru.
- Caching Level Dewa : Dengan tools kayak Redis 2025, caching REST makin efisien, cocok buat aplikasi ber-traffic tinggi.
Kekurangan :
- Over-fetching/Under-fetching : Mau data nama user doang? Tetap dapet semua alamat + riwayat order. Boros!
- Versioning Hell : Tiap ganti endpoint harus bikin versi baru (v1, v2, dst.), ribet!
Contoh :
Gojek pake REST buat layanan dasar kayak pesan makanan—stabil & gampang di-scale.
2. GraphQL 2025
Apa Itu? GraphQL itu konsep API prasmanan: client request data sesuai resep yang diinginkan.
Kelebihan 2025 :
- Precision Query : Ambil data seperlunya, nggak lebih! Contoh: mau 5 field doang? Bisa!
- Real-Time Update : Fitur GraphQL Subscriptions makin keren buat aplikasi live chat atau saham.
- Satu Endpoint untuk Semua : Nggak perlu ganti-ganti URL, cukup oper query aja!
Kekurangan :
- Learning Curve Tajam : Harus paham schema, resolver, & query language.
- Overkill Buat Proyek Sederhana : Kaya pake bom nuklir buat gebuk nyamuk!
Contoh :
Netflix pake GraphQL buat personalisasi konten—ambil data user spesifik tanpa overload server.
3. Head-to-Head REST vs GraphQL
- Kecepatan
- REST API : Cepat kalo caching optimal
- GraphQL : Lebih cepat karena minim data
- Fleksibilitas
- REST API : Kaku
- GraphQL : Super fleksibel
- Kompleksitas
- REST API : Mudah buat pemula
- GraphQL : Butuh waktu belajar
- Use Case
- REST API : Aplikasi sederhana, publik API
- GraphQL : Aplikasi kompleks, mobile-first
Kapan Pilih REST API?
- Proyek MVP (Minimum Viable Product) : Buru-buru launch? REST lebih cepat setup.
- Aplikasi dengan Data Statis : Blog, e-commerce kecil, atau landing page.
- Tim yang Nggak Siap Belajar Hal Baru : Biar fokus ke fitur bisnis.
Kapan Pilih GraphQL?
- Aplikasi Multi-Platform : Mau satu API buat web, iOS, & Android? GraphQL jagoannya.
- Microservices Complex : Integrasi banyak service dengan query yang dinamis.
- Butuh Real-Time Data : Live tracking, notifikasi, atau IoT.
Tips Pro :
Pake Apollo Client 2025 buat GraphQL yang lebih mudah, atau RESTool buat generate REST API otomatis!
Masa Depan : Hybrid Approach Jadi Trend!
Banyak perusahaan 2025 pake dua-duanya :
- REST buat fitur dasar (login, CRUD sederhana).
- GraphQL buat fitur kompleks (analitik real-time, dashboard custom).
Contoh :
GoPay pake REST buat top-up, tapi GraphQL buat laporan keuangan user.
Di 2025, nggak ada yang salah antara REST atau GraphQL—yang ada cuma salah pilih sesuai kebutuhan. Kalo masih bingung, tanya diri sendiri: "Aplikasiku perlu menu prasmanan atau fixed package?" Jawabannya ada di situ!
Baca Juga :