Azura Team • 2026-02-09
Azura Labs - Dalam beberapa tahun terakhir, industri fintech berkembang super cepat. Dari aplikasi kirim uang, payment gateway, lending platform, sampai super-app finansial semuanya sekarang saling terhubung lewat API. Konsep ini dikenal luas sebagai Open Banking.
Open Banking membuka peluang inovasi luar biasa. Tapi di sisi lain, ada satu fakta yang sering diremehkan: API Open Banking adalah salah satu titik serangan paling berbahaya dalam sistem finansial modern.
Kalau API bocor, yang terdampak bukan cuma sistem internal. Bisa langsung ke data transaksi, identitas nasabah, bahkan akses ke rekening.
Makanya, security testing untuk API bukan lagi optional. Ini sudah masuk kategori mission-critical security control.
Mari kita bahas kenapa.
Dulu sistem bank relatif tertutup.
Sekarang?
Semua komunikasi ini terjadi lewat API.
Dan setiap API endpoint itu sama seperti satu potensi pintu masuk attacker.
Semakin banyak integrasi, semakin luas attack surface.
Inilah alasan regulator di berbagai negara termasuk Bank Indonesia makin ketat soal keamanan sistem pembayaran digital.
Jawabannya simple : API langsung bicara dengan data inti.
Kalau website bocor, attacker mungkin cuma dapat tampilan frontend.
Kalau API bocor?
Attacker bisa :
API bukan sekadar interface.
API adalah jalur utama data berjalan.
Ini masalah klasik tapi masih sering terjadi.
Contoh :
Standar autentikasi modern seperti OAuth 2.0 dan OpenID Connect memang membantu, tapi implementasi yang salah tetap bisa fatal.
Banyak breach besar bukan karena framework buruk.
Tapi karena implementasi ceroboh.
Ini termasuk vulnerability paling sering muncul di audit fintech.
Contoh :
GET /api/user/1234/transaction
Kalau attacker ganti ID jadi :
/api/user/1235/transaction
Dan server tetap kasih data?
Game over.
Ini disebut IDOR (Insecure Direct Object Reference).
Developer sering kirim response terlalu banyak.
Misalnya, endpoint profile user.
Yang dibutuhkan :
Yang dikirim :
Ini sering terjadi karena backend pakai auto-serializer tanpa filtering.
Hacker suka banget kasus seperti ini.
Tanpa rate limiting
Attacker bisa :
Dalam Open Banking, brute force bukan cuma soal login.
Bisa juga brute force :
Ini yang paling berbahaya.
Dalam banyak audit security fintech:
API paling rawan justru bukan yang resmi.
Tapi :
Shadow API ini sering tidak masuk monitoring.
Dan hacker tahu itu.
Ini realita di banyak perusahaan.
Budget security habis di :
Tapi API?
Kadang cuma dites basic.
Padahal standar seperti dari OWASP sudah lama menempatkan API Security Top 10 sebagai risiko kritis.
Minimal harus mencakup :
✔ Authentication & Token Testing
✔ Authorization Logic Testing
✔ Business Logic Testing
Ini sering dilewatkan.
Contoh :
Secara teknis API aman.
Secara logika bisnis bisa dieksploitasi.
✔ Data Exposure Testing
Audit :
✔ API Fuzzing & Injection Testing
Termasuk :
Ini pola yang sering terjadi :
Padahal semakin banyak integrasi Open Banking, semakin sulit menutup celah.
Security bukan patch terakhir.
Security harus jadi bagian dari design.
Tren global sekarang jelas :
Perusahaan fintech yang survive bukan yang paling cepat launch.
Tapi yang paling cepat mendeteksi celah.
Open Banking membuka pintu inovasi besar di industri finansial. Tapi di saat yang sama, ia juga membuka pintu ancaman yang sama besarnya.
Dalam dunia fintech modern, API bukan sekadar jalur integrasi — API adalah perimeter keamanan utama.
Kalau API tidak diuji dengan benar, satu endpoint saja bisa jadi jalan masuk ke seluruh sistem. Dan di industri yang menyimpan uang serta data finansial pengguna, satu breach saja bisa menghancurkan reputasi yang dibangun bertahun-tahun.
Kalau kamu ingin belajar langsung bagaimana testing sistem digital dilakukan di dunia nyata, termasuk API testing, automation testing, sampai memahami flow aplikasi modern.
Saat ini Azura Labs sedang membuka Open Recruitment Internship QA Engineer.
Detail lengkap mengenai requirement, benefit, dan cara daftar bisa langsung kamu cek di Instagram :
👉 @azuralabs.id
Siapa tahu ini langkah awal kamu masuk ke industri software & cybersecurity 🙂
Baca Juga :
PT. INSAN MEMBANGUN BANGSA
Jl. Lumbungsari V no 3 Kel. Kalicari, Kec. Pedurungan, Kota Semarang, Kode Pos 50198