Azura Team • 2025-08-29
Ramadan di Indonesia itu bukan cuma soal ibadah dan makanan berbuka, tapi juga jadi momen spesial bagi dunia digital. Tahun 2025, aplikasi populer makin pintar membaca kebiasaan pengguna selama bulan puasa. Mulai dari jam online yang berubah, kebutuhan hiburan menjelang sahur, sampai promo belanja pas ngabuburit — semua disesuaikan lewat strategi UX yang ramah pengguna.
UX Ramadan ini jadi bukti kalau teknologi sekarang bukan cuma soal fitur, tapi juga soal contextual experience yang nyambung sama kehidupan sehari-hari.
E-commerce kayak Tokopedia, Shopee, dan Lazada makin gencar bikin campaign Ramadan dengan UX yang lebih personal.
Gojek dan Grab juga nggak mau ketinggalan. UX mereka di bulan Ramadan udah disesuaikan:
TikTok, Instagram, dan X (Twitter) juga beradaptasi:
Dana, OVO, dan LinkAja fokus ke UX yang bikin berbagi lebih gampang:
Kalau dulu fitur Ramadan di aplikasi cuma sekadar campaign musiman, di 2025 UX Ramadan udah masuk ke strategi desain jangka panjang. Intinya, aplikasi belajar memahami behavior shift pengguna selama bulan puasa — dari pola tidur, jam aktif online, sampai kebutuhan belanja dan hiburan.
Dengan begini, UX Ramadan bukan sekadar gimmick, tapi jadi user-centered design yang relevan sama konteks budaya.
Ramadan selalu jadi momen spesial, bukan hanya untuk ibadah dan keluarga, tapi juga buat interaksi digital sehari-hari. Dari e-commerce sampai media sosial, UX Ramadan di tahun 2025 bikin aplikasi terasa lebih dekat, personal, dan meaningful.
Buat desainer, developer, maupun marketer, Ramadan bisa jadi momentum emas untuk belajar bagaimana budaya mempengaruhi pengalaman digital. Karena pada akhirnya, UX yang sukses adalah UX yang nyambung sama kehidupan nyata penggunanya.
PT. INSAN MEMBANGUN BANGSA
Jl. Lumbungsari V no 3 Kel. Kalicari, Kec. Pedurungan, Kota Semarang, Kode Pos 50198