UX Ramadan: Bagaimana Aplikasi Populer Mengubah Interaksi Saat Bulan Puasa?

Azura Team2025-08-29

UX Ramadan: Tren Digital yang Makin Relevan di 2025

Ramadan di Indonesia itu bukan cuma soal ibadah dan makanan berbuka, tapi juga jadi momen spesial bagi dunia digital. Tahun 2025, aplikasi populer makin pintar membaca kebiasaan pengguna selama bulan puasa. Mulai dari jam online yang berubah, kebutuhan hiburan menjelang sahur, sampai promo belanja pas ngabuburit — semua disesuaikan lewat strategi UX yang ramah pengguna.

UX Ramadan ini jadi bukti kalau teknologi sekarang bukan cuma soal fitur, tapi juga soal contextual experience yang nyambung sama kehidupan sehari-hari.

1. E-Commerce: Ngabuburit dengan Flash Sale

E-commerce kayak Tokopedia, Shopee, dan Lazada makin gencar bikin campaign Ramadan dengan UX yang lebih personal.

  • Jam promo berubah: Flash sale sering muncul pas menjelang berbuka (sekitar jam 4-6 sore) dan setelah tarawih.
  • Mode malam Ramadan: Beberapa aplikasi udah punya tampilan UI lebih soft dengan nuansa bulan suci, biar vibe Ramadan makin kerasa.
  • Fitur belanja bareng: Tahun 2025, group buy dan live shopping makin interaktif karena pengguna suka “berburu bareng” sambil ngabuburit.

2. Transportasi Online: Prioritas Sahur & Buka

Gojek dan Grab juga nggak mau ketinggalan. UX mereka di bulan Ramadan udah disesuaikan:

  • Notifikasi pengingat sahur & buka puasa langsung di aplikasi.
  • Diskon order makanan khusus jam sahur biar orang nggak males masak tengah malam.
  • Algoritma waktu antar lebih akurat karena mereka paham traffic di jam ngabuburit bisa lebih padat.

3. Media Sosial: Konten Religi dan Interaksi Positif

TikTok, Instagram, dan X (Twitter) juga beradaptasi:

  • Hashtag challenge Ramadan jadi tren tiap tahun, tapi di 2025 ini makin interaktif dengan AR filter bertema Ramadan.
  • Fitur donasi langsung di aplikasi, memudahkan pengguna buat berbagi.
  • Algoritma konten lebih memprioritaskan hal-hal positif dan inspiratif biar nggak toxic selama bulan puasa.

4. Fintech & Dompet Digital: Momentum Berbagi

Dana, OVO, dan LinkAja fokus ke UX yang bikin berbagi lebih gampang:

  • Tombol zakat & donasi instan muncul di halaman utama.
  • Promo cashback berbagi THR yang bikin transaksi jadi fun.
  • UI ramah Ramadan dengan ilustrasi sederhana, supaya pengalaman donasi nggak terasa kaku.

UX Ramadan: Bukan Sekadar Gimmick

Kalau dulu fitur Ramadan di aplikasi cuma sekadar campaign musiman, di 2025 UX Ramadan udah masuk ke strategi desain jangka panjang. Intinya, aplikasi belajar memahami behavior shift pengguna selama bulan puasa — dari pola tidur, jam aktif online, sampai kebutuhan belanja dan hiburan.

Dengan begini, UX Ramadan bukan sekadar gimmick, tapi jadi user-centered design yang relevan sama konteks budaya.


Ramadan selalu jadi momen spesial, bukan hanya untuk ibadah dan keluarga, tapi juga buat interaksi digital sehari-hari. Dari e-commerce sampai media sosial, UX Ramadan di tahun 2025 bikin aplikasi terasa lebih dekat, personal, dan meaningful.

Buat desainer, developer, maupun marketer, Ramadan bisa jadi momentum emas untuk belajar bagaimana budaya mempengaruhi pengalaman digital. Karena pada akhirnya, UX yang sukses adalah UX yang nyambung sama kehidupan nyata penggunanya.


See More Posts

background

UX Ramadan: Bagaimana Aplikasi Populer Mengubah Interaksi Saat Bulan Puasa?

background

Desain UI Lokal: Bagaimana Aplikasi di Indonesia Menyesuaikan dengan Budaya?

background

Minimalis VS Maximalis: Mana Gaya Desain yang Lebih Efektif Saat Ini?

Show more