Meski AI Meroket, Samsung Tetap Produksi DDR4 hingga 2026

Azura Team2026-01-14

Azura Labs - Kalau kita ngomongin teknologi di 2025–2026, satu kata yang pasti langsung muncul di kepala: AI. Dari data center, cloud, sampai laptop pribadi, semuanya berlomba-lomba jadi “AI-ready”. Imbasnya jelas: permintaan hardware kelas atas seperti HBM (High Bandwidth Memory) dan DDR5 meroket.

Tapi di tengah euforia AI dan teknologi terbaru, ada satu keputusan menarik dari raksasa semikonduktor dunia, Samsung Electronics. Alih-alih sepenuhnya meninggalkan teknologi lama, Samsung justru menegaskan akan tetap memproduksi DDR4 hingga setidaknya tahun 2026.

Keputusan ini bikin banyak orang bertanya-tanya :

Kenapa masih DDR4? Bukannya dunia sudah pindah ke DDR5 dan HBM untuk AI?

Yuk kita bedah pelan-pelan, karena jawabannya ternyata jauh lebih masuk akal dari yang kelihatannya.

AI Naik Daun, Tapi Dunia Tidak Hanya Tentang AI

Tidak bisa dipungkiri, AI saat ini memang jadi mesin uang baru di industri teknologi. Server AI, GPU canggih, dan memori berkecepatan tinggi seperti HBM3 jadi primadona. Bahkan banyak produsen chip mulai mengalihkan kapasitas produksinya ke komponen AI.

Namun, realita pasar global tidak sesederhana itu.

Di luar data center AI dan hyperscaler besar, masih ada :

  • PC kantor
  • Laptop pendidikan
  • Server enterprise skala menengah
  • Perangkat industri
  • Sistem embedded
  • Infrastruktur IT lama (legacy system)

Dan sebagian besar dari ekosistem ini masih sangat bergantung pada DDR4.

DDR4 Belum Mati, Bahkan Masih Sangat Dipakai

Meski terdengar “jadul” dibanding DDR5, faktanya DDR4 masih :

  • Lebih murah
  • Lebih stabil
  • Lebih kompatibel dengan banyak sistem lama

Banyak perusahaan dan institusi tidak buru-buru upgrade ke DDR5 karena :

  • Biaya upgrade motherboard + CPU + RAM cukup besar
  • Performa DDR4 masih “cukup” untuk kebutuhan mereka
  • Sistem sudah berjalan stabil dan tidak butuh lonjakan performa ekstrem

Bagi dunia enterprise dan industri, stabilitas sering kali lebih penting daripada cutting-edge performance.

Kenapa Samsung Tetap Produksi DDR4?

Keputusan Samsung untuk tetap memproduksi DDR4 sampai 2026 bukan keputusan emosional, tapi strategi bisnis yang sangat rasional.

Beberapa alasan utamanya :

  1. Permintaan Pasar Masih Kuat

    Banyak klien besar Samsung masih membutuhkan DDR4 dalam jumlah masif. Menghentikan produksi terlalu cepat justru bisa :

    • Kehilangan pasar
    • Membuka celah bagi kompetitor
    • Mengganggu rantai pasok global
  2. Tidak Semua Negara dan Industri Siap DDR5

    DDR5 memang masa depan, tapi adopsinya :

    • Masih belum merata
    • Lebih dominan di pasar premium dan data center baru

    Pasar berkembang, sektor pendidikan, dan industri manufaktur masih nyaman dengan DDR4.

  3. Diversifikasi Risiko

    Bergantung penuh pada pasar AI itu berisiko. Kalau permintaan AI melambat atau terjadi koreksi pasar, perusahaan yang hanya fokus ke satu segmen bisa kena dampaknya.

    Dengan tetap memproduksi DDR4, Samsung :

    • Menjaga arus pendapatan stabil
    • Tidak bergantung 100% pada boom AI
    • Punya buffer bisnis yang sehat

Strategi “Kaki di Dua Dunia”

Langkah Samsung ini bisa dibilang sebagai strategi “kaki di dua dunia” :

  • Satu kaki di teknologi masa depan (AI, HBM, DDR5)
  • Satu kaki di teknologi yang masih relevan secara komersial (DDR4)

Alih-alih meninggalkan pasar lama, Samsung memilih memaksimalkan value dari teknologi yang sudah matang.

Ini juga menunjukkan bahwa :

Inovasi tidak selalu berarti meninggalkan yang lama secepat mungkin.

Dampaknya ke Industri dan Konsumen

Keputusan ini membawa beberapa dampak menarik.

Bagi Industri IT & Enterprise

  • Pasokan DDR4 lebih terjamin
  • Harga relatif lebih stabil
  • Perencanaan upgrade bisa lebih fleksibel

Bagi OEM & System Integrator

  • Bisa terus menjual produk berbasis DDR4 tanpa khawatir supply
  • Cocok untuk market budget dan mid-range

Bagi Konsumen

  • PC dan laptop berbasis DDR4 masih relevan
  • Tidak perlu panik merasa “ketinggalan zaman”
  • Upgrade bisa dilakukan bertahap

Dengan kata lain, DDR4 belum jadi barang usang dalam waktu dekat.

Apakah Ini Berarti DDR5 Gagal?

Tentu tidak.

DDR5 tetap berkembang pesat, terutama untuk :

  • Data center
  • AI workload
  • High-performance computing
  • Laptop dan PC kelas atas

Namun transisi teknologi besar memang selalu butuh waktu. Sama seperti dulu DDR3 ke

DDR4, prosesnya tidak instan.

Samsung hanya membaca pasar dengan realistis, bukan terlalu idealis.

Pelajaran Penting dari Keputusan Samsung

Ada beberapa insight menarik yang bisa kita ambil :

  1. Hype teknologi tidak selalu mencerminkan realita pasar
  2. Legacy technology masih bisa sangat menguntungkan
  3. Bisnis besar menang karena keseimbangan, bukan ekstrem
  4. AI penting, tapi bukan satu-satunya sumber revenue

Keputusan ini juga jadi pengingat bahwa dunia teknologi bukan cuma soal siapa paling cepat, tapi siapa paling tepat membaca kebutuhan pasar.

Meski AI sedang meroket dan teknologi baru terus bermunculan, Samsung memilih langkah yang tenang tapi strategis: tetap memproduksi DDR4 hingga 2026. Langkah ini bukan tanda ketertinggalan, tapi justru bukti kedewasaan dalam melihat pasar global yang kompleks dan beragam. DDR4 masih hidup, masih dipakai, dan masih dibutuhkan.

Dan selama dunia belum sepenuhnya berpindah ke satu arah, keputusan seperti ini justru bisa jadi kunci keberlanjutan bisnis.

Baca Juga :


See More Posts

background

Bukan Menteri Kominfo yang Mundur, Tapi Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Imbas Isu Pusat Data Nasional

background

Intel Tertinggal, Pat Gelsinger Mundur di Tengah Krisis dan Persaingan dengan TSMC

background

Google Dikecam Karyawan Atas Kontrak AI 'Project Nimbus' dengan Militer Israel

Show more