Azura Team • 2026-01-30
Azura Labs - Awal tahun 2026 dibuka dengan kabar yang kurang menyenangkan dari berbagai belahan dunia. Bukan satu atau dua, tapi puluhan perusahaan global kembali mengumumkan gelombang PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) dalam skala besar.
Mulai dari raksasa teknologi, perusahaan logistik, manufaktur, hingga ritel. Semuanya melakukan penyesuaian tenaga kerja. Fenomena ini membuat banyak profesional, terutama di sektor teknologi dan korporasi, bertanya-tanya :
“Ada apa sebenarnya dengan kondisi ekonomi dan dunia kerja global?”
Dan yang lebih penting :
“Apa dampaknya buat karier kita ke depan?”
Mari kita bahas secara lebih objektif, bukan sekadar dari sisi berita, tapi juga dari sudut pandang transformasi digital dan strategi bisnis.
Dalam beberapa minggu pertama 2026, media internasional melaporkan PHK besar-besaran dari berbagai perusahaan global seperti Amazon, UPS, Pinterest, Home Depot, hingga perusahaan manufaktur dan kimia besar seperti Dow Chemical.
Beberapa laporan bahkan menyebut ratusan ribu posisi terdampak secara global hanya dalam hitungan bulan.
Yang menarik, banyak perusahaan ini sebenarnya :
Artinya, ini bukan semata soal “perusahaan rugi”.
Salah satu faktor terbesar adalah investasi agresif ke AI dan otomasi.
Banyak perusahaan kini lebih memilih :
Dari sisi bisnis, ini masuk akal :
lebih efisien, lebih scalable, dan biaya jangka panjang lebih rendah.
Namun konsekuensinya, banyak peran :
menjadi tidak lagi prioritas.
Era “growth at all costs” yang populer di awal 2020-an mulai ditinggalkan. Di 2026, mindset perusahaan berubah menjadi :
Banyak struktur organisasi dipangkas, layer manajemen diringkas, dan tim digabung.
Dana yang dulu dialokasikan ke :
kini dialihkan ke :
Ini menjelaskan kenapa PHK terjadi bersamaan dengan kenaikan belanja teknologi.
Dari tren global, beberapa sektor yang paling terasa dampaknya :
Teknologi & Big Tech
Ironisnya, perusahaan teknologi justru jadi yang paling banyak melakukan PHK. Alasannya :
Logistik & Supply Chain
Perusahaan logistik besar melakukan PHK karena :
Ritel & Consumer Goods
Perubahan perilaku konsumen dan efisiensi operasional membuat :
menjadi target efisiensi.
Yang perlu dipahami :
PHK di 2026 bukan hanya karena ekonomi melemah. Ini lebih ke perubahan struktur cara perusahaan beroperasi.
Dulu :
Tambah revenue = tambah orang
Sekarang :
Tambah revenue = tambah sistem & automasi
Ini adalah bagian dari digital transformation stage 2, di mana perusahaan tidak lagi sekadar digitalisasi, tapi mengganti cara kerja lama dengan sistem yang jauh lebih ramping.
Skill seperti :
semakin menjadi core skill, bukan lagi “nice to have”.
Posisi yang sifatnya :
lebih rentan tergantikan oleh sistem.
Bukan cuma soal skill, tapi :
Profesional yang adaptif akan lebih survive dibanding yang hanya mengandalkan satu skill statis.
Perlu digarisbawahi, bagi perusahaan, PHK bukan sekadar “potong biaya”. Ini biasanya bagian dari :
Dalam banyak kasus, perusahaan melakukan PHK sambil :
Jadi yang berubah bukan cuma jumlah orang, tapi jenis peran yang dibutuhkan.
Gelombang PHK global di awal 2026 memang mengkhawatirkan. Tapi di sisi lain, ini juga menjadi sinyal kuat bahwa dunia kerja sedang berubah secara fundamental.
Bagi profesional dan fresh graduate, ini adalah momentum untuk:
Menyesuaikan skill
Masuk ke dunia teknologi
Membangun fondasi karier yang lebih future-proof
Azura Labs saat ini membuka Open Recruitment Internship Fullstack Engineer untuk kamu yang ingin:
📌 Detail lengkap bisa kamu cek di Instagram:
👉 @azuralabs.id
Di tengah gelombang PHK global, satu hal tetap penting:
yang terus belajar dan beradaptasi, akan selalu punya peluang.
Baca Juga :
PT. INSAN MEMBANGUN BANGSA
Jl. Lumbungsari V no 3 Kel. Kalicari, Kec. Pedurungan, Kota Semarang, Kode Pos 50198