Bukan AI Buatan Sendiri, Apple Pilih Gemini untuk Siri

Azura Team2026-01-21

Azura Labs - Selama bertahun-tahun, Apple dikenal sebagai perusahaan yang keras kepala tapi konsisten : bikin teknologi sendiri, kontrol ekosistem penuh, dan sebisa mungkin tidak terlalu bergantung pada pihak lain. Dari chip Apple Silicon, sistem operasi, sampai layanan internal, semuanya dikerjakan in-house.

Makanya, ketika muncul kabar bahwa Apple memilih menggunakan AI Gemini milik Google untuk menyempurnakan Siri, banyak orang langsung angkat alis.

“Serius? Apple pakai AI Google?”

“Bukannya Apple selalu mau semuanya buatan sendiri?”

Jawabannya : iya, dan justru di situlah menariknya.

Siri dan Masalah Klasiknya

Kita jujur aja. Siri sudah lama jadi asisten digital yang tertinggal dibanding kompetitor.

Di saat :

  • ChatGPT makin pintar
  • Google Assistant makin kontekstual
  • AI generatif bisa diajak diskusi panjang

Siri masih sering :

  • Salah paham perintah
  • Jawabannya kaku
  • Tidak bisa follow-up percakapan dengan baik

Bahkan di kalangan pengguna Apple sendiri, Siri sering jadi bahan bercandaan. Bukan karena tidak berguna, tapi karena potensinya terasa tidak pernah benar-benar maksimal.

Era AI Generatif Mengubah Segalanya

Masuknya AI generatif benar-benar mengubah standar asisten digital.

Sekarang user expect :

  • Bisa ngobrol natural
  • Bisa paham konteks
  • Bisa bantu mikir, bukan cuma eksekusi perintah

Di titik ini, Apple dihadapkan pada pilihan besar :

  • Mengembangkan large language model sendiri dari nol
  • Atau menggandeng pemain AI yang sudah matang

Dan tampaknya, Apple memilih opsi kedua setidaknya untuk sekarang.

Kenapa Gemini?

Gemini adalah model AI generatif milik Google yang :

  • Dirancang untuk multimodal (teks, gambar, data)
  • Punya kemampuan reasoning yang kuat
  • Sudah terintegrasi dengan ekosistem Google

Buat Apple, Gemini menawarkan :

  • Teknologi yang sudah siap pakai
  • Skala besar dan teruji
  • Waktu implementasi yang lebih cepat

Daripada mengejar ketertinggalan bertahun-tahun, Apple bisa “lompat level” dengan memanfaatkan AI yang sudah matang.

Ini Bukan Berarti Apple Menyerah

Penting dicatat, Apple memilih Gemini bukan berarti Apple tidak mampu bikin AI sendiri.

Apple punya :

  • Data pengguna (dengan pendekatan privacy-first)
  • Chip AI sendiri (Neural Engine)
  • Tim riset AI yang besar

Tapi membangun LLM sekelas Gemini atau GPT itu :

  • Mahal
  • Lama
  • Resource-heavy

Sementara tekanan pasar besar. User sudah keburu membandingkan Siri dengan ChatGPT.

Dalam konteks ini, kerja sama jadi langkah pragmatis, bukan tanda kelemahan.

Apple Tetap Main di Layer Pengalaman

Kalau melihat pola Apple selama ini, kemungkinan besar :

  • Gemini dipakai di “otak” pemrosesan bahasa
  • Apple tetap mengontrol UI, UX, dan integrasi sistem
  • Data user tetap diproses dengan standar privacy Apple

Dengan kata lain :

Google menyediakan mesin, Apple mengatur cara mengemudinya.

Apple tetap menjaga :

  • Experience khas Apple
  • Integrasi mulus antar device
  • Kontrol ketat soal data pengguna

Dampaknya ke Pengalaman Pengguna

Kalau integrasi ini benar-benar terealisasi, pengguna Apple bisa berharap :

  • Siri lebih pintar secara kontekstual
  • Bisa ngobrol dua arah dengan natural
  • Lebih paham perintah kompleks
  • Lebih relevan dalam menjawab pertanyaan

Siri yang selama ini terasa “robotik” bisa berubah jadi asisten yang lebih manusiawi.

Dan ini penting, karena Siri adalah :

  • Pintu masuk ke ekosistem Apple
  • Fitur yang dipakai di iPhone, iPad, Mac, Watch, hingga CarPlay

Persaingan AI Asisten Makin Panas

Langkah Apple ini juga bikin peta persaingan makin seru.

Sekarang ada :

  • Microsoft + OpenAI (Copilot)
  • Google + Gemini
  • Apple + Gemini (kemungkinan)
  • Amazon dengan Alexa versi AI generatif

Artinya, AI asisten bukan lagi fitur tambahan, tapi jadi pusat strategi platform.

Siapa yang menang? Yang bisa :

  • Paling memahami user
  • Paling relevan
  • Paling dipercaya

Privacy : PR Besar yang Harus Dijawab Apple

Satu isu besar yang pasti jadi sorotan adalah privasi.

Apple selama ini dikenal sangat vocal soal privacy. Sementara Google sering diasosiasikan dengan data-driven business.

Kalau Apple benar-benar pakai Gemini, pertanyaan user pasti :

  • Data saya diproses di mana?
  • Apakah Google bisa mengaksesnya?
  • Seberapa aman percakapan dengan Siri?

Apple hampir pasti akan :

  • Memberi batasan ketat
  • Memproses banyak hal secara on-device
  • Transparan soal data usage

Kalau tidak, trust user Apple bisa goyah.

Strategi Jangka Pendek atau Jangka Panjang?

Banyak analis melihat langkah ini sebagai :

  • Solusi jangka pendek untuk mengejar ketertinggalan
  • Sambil Apple mematangkan AI internalnya sendiri

Bisa jadi, di masa depan :

  • Apple beralih ke AI buatan sendiri
  • Atau menggabungkan model internal dengan Gemini

Apple terkenal sabar, tapi juga strategis.

Keputusan Apple memilih Gemini untuk Siri menunjukkan satu hal penting :

di era AI, pragmatisme lebih penting daripada ego teknologi.

Apple tidak ingin Siri terus tertinggal. Daripada membangun dari nol dan terlambat, mereka memilih jalan cepat tapi tetap terkontrol.

Kalau integrasi ini berhasil, Siri bisa akhirnya bangkit dan kembali relevan di era AI generatif. Dan buat pengguna, ini kabar baik—karena yang terpenting bukan siapa yang bikin AI-nya, tapi seberapa membantu AI itu dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :


See More Posts

background

Bukan Menteri Kominfo yang Mundur, Tapi Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Imbas Isu Pusat Data Nasional

background

Intel Tertinggal, Pat Gelsinger Mundur di Tengah Krisis dan Persaingan dengan TSMC

background

Google Dikecam Karyawan Atas Kontrak AI 'Project Nimbus' dengan Militer Israel

Show more