Azura Team • 2026-02-06
Azura Labs - Beberapa tahun terakhir, banyak profesional teknologi mulai merasakan perubahan yang cukup signifikan di pasar kerja global—terutama di Amerika Serikat. Jika dulu lowongan IT membanjir di LinkedIn dan portal karier, kini jumlahnya terlihat lebih selektif, bahkan cenderung menurun di beberapa sektor.
Menariknya, tren ini mulai terlihat semakin jelas sejak kemunculan teknologi AI generatif populer seperti ChatGPT yang dikembangkan oleh OpenAI. Tentu saja, AI bukan satu-satunya faktor. Tapi banyak analis industri sepakat: perubahan ini bukan kebetulan.
Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Apakah AI benar-benar mengurangi kebutuhan tenaga IT? Atau justru pasar kerja sedang berubah bentuk?
Mari kita bahas dari perspektif bisnis, teknologi, dan transformasi digital.
Jika melihat laporan hiring global sejak 2023 hingga awal 2026, terlihat pola yang cukup konsisten :
Namun ini bukan berarti kebutuhan teknologi menurun. Faktanya :
Artinya, kebutuhan IT masih ada, hanya struktur kebutuhan talent-nya berubah.
Salah satu perubahan terbesar dari era AI generatif adalah peningkatan produktivitas individu.
Developer sekarang bisa :
Jika dulu satu tim membutuhkan 10 engineer, sekarang mungkin cukup :
Dari sisi perusahaan, ini berarti output sama, jumlah orang bisa lebih sedikit.
Ini bukan berarti developer tidak dibutuhkan, tapi kebutuhan jumlahnya jadi lebih optimal.
Di era 2020–2022, banyak perusahaan teknologi berada dalam fase ekspansi agresif.
Strateginya :
Namun sejak 2023 dan berlanjut ke 2026, banyak perusahaan masuk ke fase baru yaitu efficiency mode.
Fokusnya berubah menjadi :
Akibatnya, hiring besar-besaran dihentikan.
Banyak orang berpikir AI akan “menggantikan programmer”. Realitanya tidak sesederhana itu.
Yang berubah sebenarnya adalah role umum berkurang.
Contoh :
Role spesialis meningkat
Contoh :
Perusahaan sekarang lebih memilih sedikit orang, tapi skill sangat spesifik.
Ini bagian yang jarang dibahas secara jujur.
AI paling besar dampaknya justru ke pekerjaan :
Dulu pekerjaan ini sering menjadi pintu masuk karier IT. Sekarang banyak tugas tersebut bisa dilakukan AI dalam hitungan detik.
Akibatnya, perusahaan :
Walaupun lowongan tertentu turun, AI juga menciptakan banyak kebutuhan baru.
Contohnya:
AI Integration Engineer
Banyak perusahaan ingin mengintegrasikan AI ke sistem mereka, tapi tidak tahu caranya.
AI Governance & Security
Dengan meningkatnya penggunaan AI, muncul kebutuhan :
Automation Specialist
Perusahaan ingin mengotomasi :
Semua ini membutuhkan engineer yang memahami sistem bisnis.
Jika dilihat lebih luas, penurunan lowongan IT bukan berarti industri teknologi melemah.
Yang terjadi adalah perubahan dari quantity hiring → quality hiring.
Dulu perusahaan butuh banyak engineer untuk membangun sistem dari nol.
Sekarang banyak sistem sudah mature, sehingga kebutuhan berubah ke :
Ini adalah fase normal dalam siklus transformasi digital.
Ada beberapa pelajaran penting.
AI bisa generate code. Tapi AI tidak bisa :
Bahasa programming bisa berubah.
Kemampuan memahami :
akan jauh lebih bernilai.
Di era AI, CV penuh teori tidak cukup.
Yang dicari perusahaan :
Penurunan lowongan IT di Amerika Serikat sejak era AI generatif bukanlah tanda bahwa profesi teknologi akan hilang.
Justru sebaliknya.
Kebutuhan teknologi semakin besar — hanya saja standar skill, struktur tim, dan ekspektasi produktivitas berubah drastis.
Di era baru ini, yang menang bukan yang paling lama bekerja, tapi yang paling cepat belajar.
Azura Labs saat ini membuka Open Recruitment Internship QA Engineer untuk kamu yang ingin :
📌 Detail lengkap bisa kamu cek disini
Karena di era AI, bukan cuma skill yang penting tapi pengalaman nyata yang membuatmu berbeda.
Baca Juga :
PT. INSAN MEMBANGUN BANGSA
Jl. Lumbungsari V no 3 Kel. Kalicari, Kec. Pedurungan, Kota Semarang, Kode Pos 50198